Senin, 26 Mei 2014

Diari Parlemen Remaja 2014 part 2

Assalamualaikum, haloo readers. Aku mau lanjutin postingan diari parlemen remaja part 1.

Jadi jam 6 Pagi kami udah disuruh kumpul di lapangan utk senam. Bayangin aja kita mesti gantian kalo mau mandi, jadi bangun jam 5 pagi pdahal tidur jam 1 malem, aku sih jam 2 malem, baca materi dulu...

                                                                      waktu senam

Setelah senam ada kegiatan namanya Dinamika Kelompok. Jd kami dibagi beberapa kelompok, dan kami punya permainan seperti kenal teman baru, trust building, teka teki, suit, apalgi yah, lupaa...
Trust building itu kami berdiri menyamping, trus pandangan ke depan (ke punggung/kepala temen gitu). Nah yg nomor urut ganjil siap2 untuk menopang teman di depannya (yang genap) jatuh. Jadi mungkin filosofi permainan ini bagaimana sih penopang itu bertanggung jawab dan yang jatuh itu belajar percaya bahwa temannya akan menopang dia,walopun dia jatuh *dalem bangettt*. Trus suit, nah ini yang paling lucu. Jadi tiap 2 kelompok bakal adu suit, masing2 kelompok sepakat bakal keluarin jurus apa. Ummm apa yah, kayak suit gitu deh pokoknya, misalnya kelompokku sepakat jurus inul, eh kelompok lawanku jurus harimau. Ya kami kalah, gitu loohh...

habis nya dinamika kelompok


                                                                                                                                          
                                                                        
                                                                     narsis duluuu,hehe

Karena buru2, gak sempet milih kerudung, jadi aku paling gak mecing sendiri, liat aja masa celana hijau, baju hitam, kerudung merah. gak inget punya warna hitam,iihhh maluu

Setelah dinamika kelompok, sarapan dan istirahat. Kami langsung menuju ruang sidang untuk pembekalan materi oleh Setjen DPR RI. Trus pas tiba sesi tanya jawab aku kaget, hampir satu gedung angkat tangan semua!

                                                         tuh liat, sampe ada yang berdiri

Walaupun sempet tidur selama pemberian materi, alhamdulillah aku langsung terpilih untuk bertanya, padahal tadi pas materi aku tidur :P  terus masuk berita dehh yeee horeee

http://www.dpr.go.id/id/berita/lain-lain/2014/mei/20/8030/parlemen-remaja-ditantang-selesaikan-ruu-kebudayaan

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Parlemen Remaja Ditantang Selesaikan RUU Kebudayaan

20-May-2014


Sekretariat Jenderal DPR RI kembali menggelar kegiatan Parlemen Remaja 2014, agenda tahunan yang bertujuan memberi bekal dan pemahaman tentang kaparlemenan kepada generasi muda setingkat SMA/SMK/MA.
Para remaja yang berasal dari 34 provinsi ini belajar tentang tugas dan fungsi DPR, melakukan simulasi rapat dan ditantang menyelesaikan RUU Kebudayaan.

"Disini kalian bisa belajar menghayati bagaimana salah satu pilar negara DPR RI bekerja, nanti kalian juga mendapat tantangan dalam simulasi untuk bisa menyelesaikan RUU Kebudayaan yang saat ini sedang dibahas oleh Komisi X DPR," kata Sekjen DPR Winantuningtyastiti saat membuka secara resmi kegiatan Parlemen Remaja 2014, di Kopo, Jabar, Minggu (18/5/14).

Ia juga secara khusus memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara karena untuk pertama kalinya ajang ini diikuti oleh perwakilan remaja dari seluruh provinsi. Harapannya suluruh peserta yang telah melewati proses seleksi dari Tim Universitas Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin.

"Ini kesempatan emas untuk belajar demokrasi, berdebat dengan santun. Kalian juga bisa belajar memahami bagaimana berbagai kepentingan bisa disatukan termasuk diantaranya kepentingan daerah," ungkapnya.

Win begitu ia biasa dipanggil menambahkan antusiasme peserta dari sejumlah daerah untuk mengikuti agenda ini cukup besar sehingga patut dipertimbangkan secara berkala dilaksanakan dua kali dalam setahun. Disamping Parlemen Remaja saat ini telah digelar pula Parlemen Go to Campus untuk kalangan mahasiswa.

Pada bagian sesi tanya jawab Sekjen terperangah menyaksikan acungan tangan hampir seluruh peserta yang berjumlah total 136 orang. Deputi Bidang Perundang-undangan Johnson Rajagukguk yang menjadi moderator harus bekerja keras mengatur jalannya sesi ini.

Pertanyaan yang diajukan peserta juga sangat kritis diantaranya Muthia Nabila Pratiwi perwakilan dari Provinsi Kepri yang mengecam keras maraknya money politic dalam pemilu legislatif lalu. Sementara itu Kiki Asdianty siswa SMAN 1 Tidore Kepulauan Maluku Utara mengusulkan lebih baik jumlah anggota dewan dikurangi saja.

"Saya mengusulkan lebih baik jumlah anggota DPR dikurangi saja karena bagi masyarakat itu yang terpenting adalah kualitas kerja bukan banyaknya anggota," katanya lantang.

Pada bagian akhir sejumlah peserta meminta kesedian Sekjen untuk menandatangani buka panduan Parlemen Remaja 2014. "Saya kagum sama Sekjen DPR seorang perempuan, ini memotivasi saya siapa tahu nanti bisa jadi Sekjen juga," ujar Miranti Riska perwakilan Sumsel. (iky), foto : ibnur khaliq/parle/hr.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setelah pemateri oleh setjen DPR RI, pemateri selanjutnya dari bu Oelfah, beliau sudah menjadi DPR sejak jaman orde baru loh

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Oelfah- Parlemen Remaja Luar Biasa

20-May-2014


Anggota Komisi X DPR RI Oelfah Harmanto tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya ketika usai menyampaikan materi hampir seluruh tangan dari 136 peserta Parlemen Remaja mengacung siap menyampaikan pertanyaan. Ketika sejumlah perwakilan akhirnya diberi kesempatan bertanya iapun menyampaikan apresiasi.
"Luar biasa sekali pertanyaannya, gigih dan bersemangat. Jadi tidak sekedar mengacung atau bersuara karena kelihatan sekali pertanyaannya menukik tajam," katanya saat menyampaikan paparan dalam acara Parlemen Remaja 2014 di Kopo, Jabar, Minggu (18/5/14).
Oelfah yang juga anggota Badan Urusan Rumah Tangga - BURT DPR ini menyampaikan materi tentang Pelaksanaan Fungsi Pengawasan DPR. Ia secara gamblang menjelaskan sistem multi partai yang telah membuat jumlah fraksi bertambah, sehingga ini menyulitkan dalam membuat keputusan dengan cepat.
"Berbeda dengan orde baru yang dulu hanya 3 partai sehingga rapat bisa berlangsung lebih cepat apalagi sistem yang dibangun waktu itu bernuansa militer, disiplin, sehingga rapat bisa dikatakan selalu ontime. Sekarang ada fraksi kecil yang kesulitan membagi anggotanya untuk mengikuti setiap rapat, ini jelas menurunkan kualitas rapat dan pengambilan putusan menjadi lebih lama,"  lanjutnya.
Mantan mahasiswa terbaik nasional ini mengakui wakil rakyat pada periode ini memang ada yang tidak berhasil menunjukkan prestasi sebagai anggota dewan yang baik. Akan tetapi ia meyakinkan dari 560 anggota dewan sebagian besar memiliki dedikasi dan menjalankan tugas dan fungsinya dengan benar.
Dalam sesi tanya jawab Dinul Fiqri siswa SMAN 1 Mataram, NTB mengajukan pertanyaan soal etika dalam berdebat. "Sebagian dari anggota DPR kelihatan tidak memahami bagaimana etika bicara termasuk ketika berdebat atau mengkritik. Saya ingat betul dalam rapat Century saat Ruhut bertanya kepada JK," paparnya.
Sementara itu peserta dari Provinsi Papua Lisbeth Bosawer menanyakan tantangan sebagai anggota parlemen perempuan ditengah dominasi laki-laki. "Saya lihat dari curriculum vitae ibu sering bepergian bahkan ke sejumlah negara, bagaimana membagi waktu terutama membangun pengertian kepada keluarga," tuturnya. (iky)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya setelah ishoma, kami mendapat pemberian materi dari Pak Dedi Suwandi Gumelar. Beh keren kaaan? Aku gak begitu inget semua yg beliau omongin, tapi yang paling aku inget *mak jleb* itu beliau bilang "siswa siswi indonesia baru dibilang pintar dan pandai kalau nilai MTK, Kimia, Fisika nya 90-100. Orang indonesia dibilang intelek kalau pandai bahasa inggris, pdhl orang korea dan jepang yang sangat maju saja bahasa inggrisnya masih lebih jago bahasa inggrinya orang indonesia. Siswa siswi indonesia hanya dituntut menjadi Albert Enstein, Thomas Alva Edison, dll. Apa salah kalau mereka jadi Chairil Anwar? Apa salah kalau mereka jadi W.S Rendra? Karena itulah di Indonesia lebih banyak orang pinter daripada orng bener. Mereka lebih tau tentang benar dan salah drpd baik dan buruk, hanya menggunakan logika tanpa perasaan". Itu makjleb bangettt, sontak saja kami tepuk tangan heboh banget pas beliau ngomong gitu. Iya gak sih??

                                                      Pak Dedi dan Pak Budiman

Lalu setelah ishoma, kami dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu media massa, masyarakat, DPR, pemerintah dan satu lagi apaa gituh. Aku jd sekretaris di kelompok media massa. Mekanismenya kalo ga salah kami disuruh membuat ide utk RUU, kami sebagai media massa harus tetap mendapat untung dan rating, caranya kami harus membuat tayangan yg entah berkualitas atau tidak yg penting dilihat. Jadi yg kami ajukan itu waktu itu salah satunya : Pemerintah tidak seharusnya mewajibkan kami harus menayangkan full tentang kebudayaan indonesia karna keuntungan kami akan sangat turun, jadi kami mengusulkan agar pemerintah mewajibkan penayangan 60 persen kebudayaan indonesia dibanding 40 persen kebudayaan dari luar yang dikemas supaya tetap menarik.


Alhamdulillah saya sempat ngomong langsung ke beliau, "Pak saya dari kepulauan Riau, main2 ya pak ke Kepri, saya tinggal di Batam" beliau jawab " ohh ya saya pernah ke pulau penyengat" "iya pak? itu di tanjung pinang,pak!" "iyaaa tanjung pinang bagus kok" :D hehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar